Drainase Buruk, Aktivitas Tersendat

TANGERANG, beritahariini.id – Masalah infrastruktur masih menjadi keluhan yang sering disampaikan masyarakat di beberapa daerah Kabupaten Tangerang. Salah satu isu yang sampai sekarang belum sepenuhnya teratasi berada di Jalan Raya Pasar Kemis, Kampung Batu Nunggul, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Khususnya di depan PT Bosung Indonesia. Keadaan drainase yang buruk di tempat itu mengakibatkan terjadinya genangan air dan banjir yang sering muncul saat hujan deras.

Banjir di area tersebut sudah menjadi hal yang dikenal masyarakat sekitar. Saat hujan deras tiba, air dengan cepat menggenangi jalan dan mengganggu kegiatan warga. Genangan yang terjadi tidak hanya menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan, tetapi juga memengaruhi keamanan pengguna jalan, kondisi lingkungan sekitar, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada arus lalu lintas di jalan tersebut.

Masalah yang sudah berlangsung lama ini menunjukkan bahwa infrastruktur publik memiliki dampak signifikan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Ini tidak hanya terkait dengan kenyamanan, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan dan kesinambungan ekonomi warga setempat.

Berdasarkan pengamatan di area tersebut, sejumlah lokasi jalan terlihat mengalami kerusakan yang cukup serius karena terlalu sering terendam air. Permukaan aspal jalan tampak memiliki lubang-lubang dan bergelombang yang dapat berpotensi membahayakan para pengguna kendaraan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Saat hujan berlangsung, genangan air menutupi lubang-lubang itu sehingga menyulitkan para pengendara yang melintas untuk melihatnya.

Situasi menjadi semakin buruk ketika hujan mengguyur pada waktu-waktu sibuk, seperti pagi harinya ketika orang-orang pergi bekerja dan anak-anak menuju sekolah. Kendaraan terpaksa melaju perlahan untuk menghindari lubang-lubang di jalan serta genangan air yang cukup dalam. Banyak pengendara sepeda motor yang akhirnya mogok di tengah jalan karena mesin kendaraan mereka terendam air.

Selain itu, genangan air juga mengakibatkan banyak siswa dan pekerja harus tiba di tujuan dengan pakaian dan sepatu yang basah. Air akibat banjir sering kali nyiprat dari kendaraan yang lewat sehingga seragam kerja, seragam sekolah, dan sepatu menjadi kotor dan basah sebelum mereka sampai di tempat kerja atau sekolah.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) saat ini masih melaksanakan proyek konstruksi saluran air di area tersebut. Proyek saluran air ini dilaksanakan sebagai langkah untuk mengatasi masalah banjir yang selama ini dikeluhkan oleh warga setempat dan para pengguna jalan yang setiap harinya melintasi Jalan Raya Pasar Kemis.

Ketua RT setempat, Tomi Anwar (43), menyatakan bahwa masalah saluran air di kawasan tersebut telah menjadi keluhan warga sejak lama. Ia menjelaskan bahwa warga sering melaporkan perihal genangan air yang selalu terjadi setiap kali musim hujan datang. Sebagai ketua RT, ia berusaha untuk mendengarkan semua keluhan dari masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah agar segera ditangani.

“Warga memang udah sering ngeluh soal banjir di sini. Kalau ujan dikit saja, air nya langsung naik. Saya juga tiap ada warga ngadu langsung coba terusin ke pihak terkait supaya cepet ditindaklanjuti,” ujar Tomi saat ditemui di sekitar lokasi proyek.

Menurut Tomi, keadaan sistem drainase yang tidak baik, tidak hanya berdampak negatif bagi warga setempat, tetapi juga pada pengguna jalan dari luar daerah yang melewati wilayah itu. Ia mengungkapkan banyak pengendara yang tidak menyadari kondisi jalan yang ada sehingga berujung pada kecelakaan kecil akibat genangan air yang menutupi lubang jalan. “Kadang ada pengendara motor yang jatoh karena nggak keliatan jalannya rusak. Apalagi kalau malam, genangannya nutupin lubang jadi bahaya banget buat yang baru lewat sini,” katanya.

Tomi mengakui bahwa pihak RT telah berusaha sebaik mungkin untuk membantu masyarakat dengan mengajukan aspirasi warga kepada pemerintah. Ia juga menyampaikan bahwa proyek drainase saat ini masih dalam proses pengerjaan dan warga berharap agar pembangunan dapat berlangsung dengan baik hingga selesai.

“Kami disini Cuma ingin masalahnya cepet selesai. Alhamdulillah sekarang sudah mulai dikerjain lagi. Mudah-mudahan hasilnya bener-bener bisa ngurangin banjir, jangan sampe nanti hujan dikit langsung banjir lagi,” tambahnya.

Dalam proses pembangunan saluran pembuangan yang sedang dilakukan, kegiatan masyarakat harus terus berlangsung seperti biasanya. Akan tetapi, warga mengungkapkan bahwa keadaan jalan yang terendam sering kali membuat mereka merasa cemas, terutama saat hujan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Salah satu warga setempat, Damhuri (65), mengungkapkan bahwa ia telah lama merasakan dampak dari keadaan drainase buruk di area itu. Ia menyatakan bahwa genangan air di depan PT Bosung Indonesia sering kali mengakibatkan kemacetan yang berkepanjangan dan motor-motor yang sering mengalami mogok.

“kalau lagi ujan gede itu airnya cepet banget naik. Baru sebentar ujan saja sudah mulai menggenang airnya. Banyak motor mogok karena maksa lewat. Kadang ada mobil juga yang pelan banget jalannya jadi bikin macet panjang,” kata Damhuri.

Menurutnya kondisi tersebut menjadi lebih buruk karena jalan yang rusak membuat pengendara mengalami kesulitan saat melewati area tersebut. Banyak dari mereka perlu mencari rute yang lebih aman untuk menjauhi lubang-lubang di jalan yang tertutup oleh genangan air. “Yang bahaya itu jalan rusaknya nggak keliatan. Orang kira jalannya rata ternyata bolong. Jadi sering ada motor oleng sampe jatoh,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tergenangnya air menyebabkan banyak pekerja dan siswa merasa terganggu saat melakukan aktivitas. “Kasian juga anak sekolah sama orang yang mau kerja. Kadang baru berangkat saja seragam sama sepatu sudah basah karena banjirnya tinggi kalau nggak kena cipratan mobil atau motor lain,” tambahnya.

Damhuri juga menyatakan bahwa warga setempat perlu siap sedia setiap kali hujan deras terjadi. Beberapa rumah warga yang tinggal di tepi jalan cukup dekat dengan saluran air, sehingga genangan air sering kali masuk ke daerah pemukiman.

“Kalau hujan lama kita jadi was-was sendiri. Takut air masuk rumah. Ada warga yang akhirnya bikin semacam tembok kecil depan rumahnya, paling sekitar lima senti, biar air nggak langsung masuk ke dalem rumah,” jelasnya.

Menurut Damhuri, kondisi tersebut membuat warga merasa resah karena harus selalu waspada saat hujan datang. Warga khawatir jika genangan air akan semakin tinggi dan menggenangi rumah jika saluran air tidak segera diperbaiki dengan baik.

Selain mempengaruhi masyarakat dan pengguna jalan, kondisi drainase yang buruk juga berdampak pada kegiatan ekonomi di sekitarnya. Rahmat (40), seorang pengusaha warung madura yang berjualan dekat dengan area banjir, menyatakan bahwa situasi banjir menyebabkan penurunan yang signifikan dalam jumlah pembeli.

Menurut Rahmat, banyak individu memutuskan untuk pulang secepatnya atau menghindari area itu saat banjir. Akhirnya, toko di sekitar tempat tersebut menjadi lebih sepi daripada biasanya. “Kalau banjir pembeli berkurang. Orang-orang maunya cepet lewat aja karena takut motornya mogok. Jadi yang biasanya mampir beli rokok, kopi, makanan juga jadi nggak ada,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa kondisi ini berpengaruh langsung terhadap penghasilan harian para pedagang kecil yang ada di sekitar jalan utama. “Omzet jelas turun. Kadang sampai seharian sepi kalau ujannya gede dan banjirnya tinggi” katanya.

Rahmat mengharapkan bahwa proyek pembangunan saluran air yang sedang dilakukan saat ini bisa menjadi jawaban yang berkelanjutan agar genangan air tidak terus muncul di setiap musim hujan. “Kita sih berharap proyeknya cepet selesai. Soalnya yang kena dampak bukan Cuma warga sekitar, pedagang juga ikut susah kalau banjir terus,” tambahnya.

Di sisi lain, masyarakat juga memperhatikan kurangnya informasi mengenai proyek pembangunan saluran air tersebut. Dari pengamatan di lapangan, tidak ada papan informasi proyek yang biasanya berisi tentang sumber dana, anggaran proyek, pelaksana, dan jangka waktu penyelesaian.

Ketiadaan papan tersebut menimbulkan keraguan masyarakat mengenai sejauh mana transparansi pada pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Beberapa warga menginginkan agar informasi tentang proyek dipublikasikan dengan jelas supaya masyarakat bisa mengikuti perkembangan pembangunan yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, proyek pembangunan saluran air tersebut juga pernah mengalami sejumlah masalah di lapangan. Menurut penjelasan beberapa warga, pelaksanaan proyek setempat terhenti karena adanya sekelompok individu yang mengaku berasal dari Organisasi Masyarakat (Ormas) di Banten. Namun saat ini, pekerjaannya kembali dilanjutkan dan masyarakat berharap tidak ada lagi kendala yang mampu memperlambat penyelesaian proyek ini.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menuntaskan pembangunan saluran air dengan baik agar Jalan Raya Pasar Kemis tidak kembali mengalami banjir setiap kali hujan tiba. Warga juga menginginkan adanya pengawasan terhadap standar pembangunan agar hasil proyek dapat benar-benar menyelesaikan masalah yang selama ini mereka hadapi.

Bagi masyarakat di sekitar, saluran air bukan hanya sekedar sistem pembuangan biasa. Infrastruktur ini memainkan peran penting dalam kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Ketika saluran air tidak berfungsi dengan baik, dampaknya akan dirasakan oleh pengguna jalan, pedagang kecil, serta warga sekitar lokasi yang berpotensi terkena banjir. (Hanna/Fahrel)

Related Posts

Di Jalur yang Sama, Tujuan yang Berbeda

TANGERANG, beritahariini.id – Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya naik, stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) sudah dipenuhi wajah-wajah yang terburu waktu. Lewat gerbong yang padat, KRL menjadi ruang pertemuan antara dua kelompok yang…

Hak yang Terampas di Bahu Jalan

TANGERANG, beritahariini.id – Cat hijau yang menandai jalur khusus pesepeda di berbagai ruas jalan utama Kota Tangerang terutama di depan Mall Tangerang City dan sekitarnya kini mulai memudar. Hal ini bukan sekadar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Unis Tangerang Bersama PFI Gelar Workshop Photovoice untuk Tingkatkan Literasi Digital Komunitas Punk dan Anak Jalanan

  • By admin
  • Agustus 2, 2026
  • 29 views
Unis Tangerang Bersama PFI Gelar Workshop Photovoice untuk Tingkatkan Literasi Digital Komunitas Punk dan Anak Jalanan

Bikers Brotherhood 1% MC Banten Ramaikan Festival Cisadane 2026

  • By admin
  • Juli 23, 2026
  • 75 views
Bikers Brotherhood 1% MC Banten Ramaikan Festival Cisadane 2026

Mahasiswa UNIS Tangerang Hadirkan “Badan Komunikasi Rakyat” Sejumlah Kepala Daerah Absen dan Hanya Kirim Perwakilan

  • By admin
  • Juli 9, 2026
  • 127 views
Mahasiswa UNIS Tangerang Hadirkan “Badan Komunikasi Rakyat” Sejumlah Kepala Daerah Absen dan Hanya Kirim Perwakilan

Mahasiswa UNIS Tangerang Hadirkan Stand Up Comedy sebagai Ruang Aspirasi Publik

  • By admin
  • Juli 6, 2026
  • 182 views
Mahasiswa UNIS Tangerang Hadirkan Stand Up Comedy sebagai Ruang Aspirasi Publik

Ajak 120 Anak Yatim ke Dufan, Pondok Pesantren Alfatihah Mifatchul Jannah Berbagi Kebahagiaan

  • By admin
  • Juli 2, 2026
  • 120 views
Ajak 120 Anak Yatim ke Dufan, Pondok Pesantren Alfatihah Mifatchul Jannah Berbagi Kebahagiaan

Usung Tema Globalisasi Budaya, Bazar Swarna Fest 2026 Semarakkan Kampus Unis Tangerang

  • By admin
  • Juni 30, 2026
  • 149 views
Usung Tema Globalisasi Budaya, Bazar Swarna Fest 2026 Semarakkan Kampus Unis Tangerang