
TANGERANG, beritahariini.id – Pemerintah Provinsi Banten mematangkan kesiapan pelaksanaan program sekolah gratis demi memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi para orang tua siswa, terutama di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang ada saat ini.
Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan bahwa program sekolah gratis ini merupakan salah satu alternatif utama pemerintah untuk memenuhi rasio kebutuhan sekolah bagi anak usia didik. “Kami menyadari bahwa pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) memerlukan waktu, sehingga kehadiran program ini di sekolah swasta yang bekerja sama menjadi jawaban instan. Saat ini, program tersebut telah mencakup 801 sekolah di seluruh Banten dan akan terus dievaluasi,” ungkap Andra, saat melakukan kunjungan ke SMK Negeri 4 dan SMK Yupentek 1 Kota Tangerang, Rabu (26/5/26).

Menurut Andra, Pemprov Banten memfokuskan evaluasi program pada tiga aspek utama demi menjaga kualitas pendidikan. Evaluasi meliputi peningkatan penghasilan para guru, perbaikan kualitas sarana dan prasarana sekolah, serta kepatuhan pihak sekolah dalam melaksanakan program sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Andra menegaskan bahwa pada tahun kedua, sasaran program akan menyasar siswa kelas 10 dan kelas 11, serta memperluas jangkauan dengan memberikan kuota sebanyak 10.000 siswa se-Banten untuk jenjang Madrasah Aliyah yang akan ditingkatkan secara bertahap. “Kami mengimbau para orang tua untuk tidak lagi khawatir jika putra-putrinya tidak lolos seleksi di sekolah negeri karena sekolah swasta pilihan kini sudah digratiskan. Sekolah yang terlibat dilarang keras memungut biaya pendaftaran, SPP, uang pangkal, uang semesteran, uang ujian, hingga uang pengambilan rapor,” katanya.

Dinas Pendidikan melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) pun telah diinstruksikan untuk memperketat pemantauan di lapangan dan membuka posko pengaduan jika masyarakat masih menemukan adanya praktik pungutan liar. (Fahrel)








