
Tangerang, beritahariini.id — Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bekerja sama dengan Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) Tahun 2025.Acara ini mengusung tema penting “Mendorong Penyiaran yang Relevan dengan Perkembangan Zaman” pada Rabu 5/10/25 dan dihadiri oleh akademisi, praktisi penyiaran, serta perwakilan lembaga penyiaran.
Generasi muda memegang peranan vital dalam mewujudkan penyiaran yang sehat dan berfungsi sebagai pelopor literasi media di tengah masyarakat. Sementara itu, untuk bertahan dan bersaing di tengah gempuran platform digital global yang mendominasi sumber hiburan, industri kreatif nasional wajib meningkatkan daya saingnya. Bimtek P3SPS ini merupakan langkah strategis KPI untuk memastikan insan penyiaran dan pemangku kepentingan memahami serta mengimplementasikan aturan P3SPS di tengah dinamisnya perkembangan media digital. Tujuannya adalah menciptakan konten siaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif, informatif, dan menjunjung tinggi etika.
Seminar diawali dengan sambutan dari Rektor UNIS, Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, Dipl.RSL., M.Pd. Setelahnya, acara diisi kegiatan Bimtek yang menghadirkan narasumber Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto; Ketua KPI Pusat, Ubaidillah; Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran dan Penanggung Jawab Kegiatan, Tulus Santoso; Ketua Umum PRSSNI, M. Rafiq; dan Dosen UNIS, Ukon Furkon Sukanda, S.Sos., M.Kom.Acara ini dimoderatori oleh Presenter Kompas TV, Audrey Chandra.

Ubaidillah, Ketua KPI Pusat, menyampaikan, “Bagi kami, KPI melakukan pengawasan. KPI adalah lembaga pengawas, termasuk TV dan radio. Orang nonton TV di negara ini, dengar radio, dibayar itu di KPI.”Ketua KPI Pusat juga menyatakan bahwa informasi yang didapat saat ini sangat mudah dan bebas, terutama di media daring, karena tidak ada lembaga yang mengawasi. Namun, di televisi dan radio, KPI memastikan informasi yang diberikan lebih baik.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dengan narasumber, menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan akademisi dan praktisi untuk mewujudkan penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab.(Tesa)







