
JAKARTA, beritahariini.id – Gubernur Jakarta Pramono Anung menanggapi kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Taman Tebet Eco Park. Pramono berjanji akan segera menertibkan oknum-oknum fotografer yang dinilai meresahkan tersebut. “Enggak, enggak. Itu Eco Park bebas. Jadi enggak ada pungutan, nanti kami tertibkan. Enggak boleh ada pungutan-pungutan, wong itu taman ruang publik kok,” tegas Gubernur, saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (20/10/2025).
Sebelumnya ramai di media sosial, Taman Tebet Eco Park di Jakarta Selatan. Bukan karena keindahannya, melainkan dugaan praktik pungli. Sekelompok komunitas fotografer disinyalir mematok harga hingga Rp500.000 pada pengunjung yang kedapatan memotret di area taman. Keluhan pengunjung yang dimintai bayaran cukup mahal oleh sekelompok orang yang mengaku ‘Komunitas Fotografer Tebet Eco Park’ untuk kegiatan fotografi non-komersial, meledak di media sosial sejak awal pekan.
Biaya itu disebut sebagai ‘iuran keanggotaan’ agar pengunjung leluasa memotret, dengan janji bagi hasil 10 persen jika foto yang dihasilkan laku terjual. Ironisnya, aktivitas memotret biasa di taman kota seharusnya tidak memungut biaya.
Pihak yang diduga melakukan pungli adalah oknum fotografer yang berafiliasi dengan Komunitas Fotografer Tebet Eco Park. Mereka diketahui beroperasi dengan atribut mandiri kartu identitas, tanpa izin resmi dari pengelola atau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Jakarta. (Tesa)







