
Tangerang – Dunia literasi Indonesia kembali diramaikan oleh fenomena buku-buku yang cepat viral dan menarik perhatian khalayak luas. Tren terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada dua genre utama: buku pengembangan diri (self-improvement) yang relevan dengan keresahan Gen Z, serta novel fiksi dengan latar epik yang kuat.
Berdasarkan data penjualan dan perbincangan di media sosial, tema kesehatan mental dan pengembangan diri masih menjadi primadona. Judul-judul seperti “Untukmu Anak Bungsu” dan “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu”
“Buku-buku self-improvement ringan namun mendalam, seperti ‘Self Improved Me’, menawarkan panduan praktis dan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan pembaca muda di tengah tuntutan hidup yang tinggi,” dari Komunitas Literasi Muda.
Di sisi fiksi, genre fantasi dan thriller dengan sentuhan teknologi juga mencuri perhatian. Novel fantasi seperti “The Summer Hikaru Died 1” yang menyajikan misteri supranatural dengan narasi persahabatan, menjadi salah satu yang paling dicari. Tak ketinggalan, karya fiksi ilmiah seperti “The Silent Algorithm”. Ulasan yang autentik dan mudah diakses membuat sebuah judul buku dapat dengan cepat meledak dan habis terjual di toko-toko buku utama, membuktikan bahwa rekomendasi dari sesama pembaca memiliki daya tarik yang besar.
Beberapa penerbit memprediksi bahwa tren ini akan terus berlanjut, dengan inovasi pada format digital dan konten yang berfokus pada isu sosial dan lingkungan juga mulai menunjukkan kenaikan minat.
Gelombang literasi ini tidak hanya meningkatkan angka penjualan, tetapi juga mendorong penulis lokal untuk terus berkreasi dengan tema-tema yang lebih beragam dan kontekstual.
Bagi para kutu buku yang mencari bacaan terbaru, rak best seller saat ini menawarkan perpaduan yang pas antara inspirasi untuk diri sendiri dan pelarian imajinatif ke dunia yang sama sekali baru. (oca)









