
TANGERANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Andre Sumanegara mengecam tindakan kekerasan yang menimpa jurnalis. Tindakan tersebut terjadi seusai puncak Festival Peh Cun Kota Tangerang, di Sungai Cisadane, Minggu (1/6). “Ini tindakan premanisme yang tidak bisa ditolerir. Aparat hukum harus bertindak tegas dan menangkap pelakunya, ” kata Andre.
Menurut Andre, peristiwa pemukulan terjadi pada saat wartawan tersebut sedang menjalankan tugas. “Wartawan dilindungi undang-undang. Karenanya, aparat hukum harus serius menangani permasalah ini,” tandasnya. Andre meminta Polres Metro Tangerang segera menindaklanjuti laporan yang sudah dilakukan wartawan.

Sebelumnya, Aksi kekerasan menimpa seorang jurnalis lokal Kota Tangerang bernama M Hafidz Alfikar (30). Dia dipukul oleh salah satu oknum anggota kelompok pendukung kandidat wakil kepala daerah Kota Tangerang pada Pilkada 2024 lalu kala meliput kegiatan final lomba perahu naga dalam Festival Peh Cun 2025 di Sungai Cisadane.
Kini kasus tersebut bergulir ke ranah hukum. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dengan Nomor: LP/B/755/VI/2025/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA. Laporan dibuat pada Senin, 2 Juni 2025, pukul 15.57 WIB di Polres Metro Tangerang Kota.
Hafidz menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Minggu, 1 Juni 2025 sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Irigasi, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Saat itu, ia bersama sejumlah wartawan lain tengah meliput acara final lomba perahu naga. “Kami sudah memperkenalkan diri sebagai jurnalis, tapi tiba-tiba saja pelaku datang dan memukul saya di bagian perut. Sampai sekarang masih terasa nyeri,” ungkap Hafidz saat Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (2/6/2025).
Kejadian itu juga disaksikan oleh beberapa rekan-rekannya yang lain dan warga yang berada di lokasi. Saksi mata bernama Azie menyebut pelaku sempat bertingkah mencurigakan sebelum melakukan pemukulan. Ia diduga berada dalam pengaruh alkohol. “Pelaku nanya-nanya ke Hafidz sambil merekam video. Lalu dia datang lagi dan langsung memukul,” ujar Azie.
Usai kejadian, suasana sempat memanas. Namun pelaku kemudian diamankan oleh warga dan diarahkan keluar dari lokasi oleh teman-temannya yang lain. Kasus ini kini dalam tahap penyelidikan, dengan terlapor berstatus “dalam lidik”. Polisi akan mendalami keterangan para saksi dan mengusut identitas pelaku yang disebut-sebut sebagai bagian dari tim pendukung pejabat aktif di Kota Tangerang.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak pihak terlapor terkait insiden ini. Sementara itu, organisasi jurnalis lokal mulai menyuarakan keprihatinan dan menuntut pengusutan tuntas atas kekerasan terhadap pers. Festival Peh Cun merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti warga Tangerang dan diramaikan dengan berbagai atraksi budaya, termasuk lomba perahu naga di Sungai Cisadane. Sayangnya, kemeriahan tahun ini tercoreng oleh tindak kekerasan yang menimpa awak media. (Ukon)









