
JAKARTA, beritahariini.id – Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan keprihatinannya yang mendalam menyusul serangkaian penggerebekan geng narkoba yang memakan banyak korban jiwa dalam beberapa waktu terakhir.
Penggerebekan yang dilakukan oleh aparat keamanan di berbagai wilayah, terutama di favela-favela yang padat penduduk, seringkali berakhir dengan bentrokan sengit antara polisi dan anggota geng bersenjata. Peningkatan jumlah korban tewas, baik dari pihak anggota geng maupun potensi warga sipil yang tidak bersalah, telah memicu kontroversi dan sorotan publik terhadap strategi keamanan yang diterapkan.

“Setiap nyawa yang hilang adalah sebuah tragedi. Pemerintah akan terus berupaya memerangi kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba, namun ini harus dilakukan dengan menghormati hukum dan meminimalkan korban sipil,” ujar seorang juru bicara Istana Kepresidenan, mengutip pernyataan Presiden.
Keprihatinan Presiden muncul di tengah meningkatnya seruan dari kelompok hak asasi manusia (HAM) dan organisasi masyarakat sipil yang menuntut akuntabilitas atas tindakan keras kepolisian. Mereka berpendapat bahwa beberapa operasi cenderung berlebihan dan tidak proporsional, yang berujung pada tingginya angka kematian.
Pemerintah berjanji untuk menyelidiki setiap insiden yang menimbulkan korban jiwa untuk memastikan bahwa prosedur operasional standar telah dipatuhi dan tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi. Selain itu, Pemerintah juga menekankan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada operasi militeristik, tetapi juga program sosial dan pemberdayaan masyarakat di wilayah yang rentan. (Dana)









