
TANGERANG, beritahariini.id – Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) baru saja menjalani tahap penting berupa visitasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam rangka penilaian kelayakan pembukaan Program Pendidikan Dokter (Fakultas Kedokteran). Visitasi ini dilakukan oleh Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes.

Desri Arwen menekankan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran ini sangat strategis dan potensial, mengingat kebutuhan dokter di Provinsi Banten yang masih sangat besar.
Tanggapan dan Penilaian Kemenkes
Dr. Akemat, Ketua Tim Penyediaan Tenaga Medis Kemenkes, memimpin visitasi untuk mengkaji kesiapan UMT dalam memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku.
Temuan dan Catatan Kemenkes :
- Kesenjangan Kebutuhan Dokter : Banten saat ini masih kekurangan sekitar 900-an dokter, yang menjadi indikator kuat perlunya fakultas kedokteran baru.
- Penilaian Awal : Kesiapan UMT dinilai “so far so good” secara umum, namun masih ada beberapa penyesuaian yang perlu disempurnakan (deployment).
Fokus Perhatian :
Komitmen Dosen Spesialis: Kemenkes menekankan perlunya komitmen jangka panjang dari dokter spesialis untuk benar-benar menjadi dosen pengajar, karena peran dosen dan klinisi itu berbeda.
Fasilitas Praktik : Memastikan RS pendidikan memenuhi syarat untuk tahapan profesi dokter (Koas).

Visitasi ini adalah tahapan krusial sebelum Kemenkes menerbitkan rekomendasi resmi. Hasil penilaian akhir akan menentukan langkah UMT selanjutnya menuju perizinan resmi. UMT berharap dapat segera berkontribusi dalam memenuhi kekurangan tenaga dokter di Banten. (Dana)








