
TANGERANG – Komunitas Semangat Berbagi (Semanggi) kembali menggelar Pasar Muda Minggu Sore sampai Malam (Pamumingsolam) Volume 166 di kawasan pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Minggu (6/7/25). Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu (5/7/25) dengan Holi Art Day yang melibatkan sekitar 40 anak. Mereka menyalurkan bakat dengan membuat karya seni dipandu seniman Dedi Jauhari. Kegiatan ini memberi pengetahuan tentang kreativitas kepada anak dari berbagai wilayah di Tangerang. “Kami mengajak anak-anak untuk berkarya melalui workshop dan games. Ada karya individu dan karya bersama untuk menularkan semangat kebersamaan serta jiwa sosial. Hasil karya anak-anak ini nantinya dilelang dan disumbangkan,” ungkap Sigit Monos Pramono, Ketua Pelaksana Pamumingsolam Volume 166.

Pamumingsolam menampilkan pameran lukisan seniman ternama di Tangerang dan karya seniman muda. Pameran ini dilakukan agar sekat antara seniman senior dan junior dapat dihilangkan. Puluhan stan bazar juga menyambut pengunjung Pamumingsolam yang datang mulai sore hingga tengah malam. “Tenant atau peserta bazar dikurasi dengan penilaian tertentu seperti produknya inovatif dan kreatif serta memiiki daya tular atau menginspirasi. “Kami mengajak lintas komunitas dan genre di Tangerang. Semoga dapat menjadi etalase besar yang menjadi ruang silaturahmi antar komunitas,” kata Monos.

Pengunjung dihibur penampilan Papa Gembul Berkaraoke, Jaka Kelana, Stand Up Indo Tangerang, Komunitas Biola Tangerang, Moral Dilema, Arirurero X Hip Hop TNG Jam, Sirkus Perkusi, hingga Ipank Hore Hore. Selain pop culture kekinian, Pamumingsolam diisi pertunjukan seni tradisional seperti penampilan tari dan Karinding Sekar Gelo. “Kami melakukan kolaborasi dengan semua unsur kebudayaan, termasuk seni tradisional. Karena bangsa yang besar selalu menghargai budaya,” ujar Monos.
Menurut Monos, seni selalu dapat melewati perkembangan jaman, meskipun di tengah perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. “Perkembangan AI yang tanpa hati membuat budaya kita akan kehilangan jati diri,” tuturnya.

Ditambahkan Monos, dukungan terhadap ekonomi kreatif dilakukan semua lapisan masyarakat. Jangan sampai industri kreatif di Tangerang tidak dianggap ada dan seperti tidak memiliki orang tua. “Industri kreatif signifikan menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Sangat penting untuk dikembangkan,” imbuhnya.
Monos berharap, kegiatan Pamumingsolam selanjutnya lebih inovatif dan memiliki dampak atau bermanfaat bagi industri kreatif dan kebudayaan di Tangerang. Potensi bidang ini sangat besar dalam bentuk karya maupun produk. “Pamumingsolam selanjutnya akan digelar bulan November tahun ini. Semoga silaturahmi yang terjalin menjadi lebih erat dan hangat,” tutupnya. (Ukon)







