0 3 min 3 minggu

CILEDUG, beritahariini.id –  Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Hal ini dikarenakan pada tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). “Bung Karno dalam pidato bertajuk  Lahirnya Pancasila menyampaikan gagasan mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara kita. Inilah momen bersejarah yang menjadi titik awal terbentuknya ideologi negara yang mempersatukan kita semua,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI H.Rano Karno,S.IP, saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jalan Raden Fatah Gg H. Umar RT01 RW03, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (19/6).

Rano menjelaskan, Juni juga dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Karena pada tanggal 6 Juni 1901, Bung Karno lahir di Surabaya. Bung Karno yang mendapat julukan Putra Sang Fajar karena lahir saat matahari terbit, merupakan tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Selain itu, pada tanggal 21 Juni 1970, Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, yang kemudian dimakamkan di Blitar. Dalam bulan ini, kita mengenang jasa-jasa beliau yang sangat besar bagi bangsa dan negara,” kata Rano.

Rano meminta warga yang hadir untuk mendoakan Bung Karno. Karena penting bagi kita semua untuk mengenal sejarah, bukan hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap para pendahulu kita, tetapi juga sebagai landasan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan memahami sejarah, kita dapat mengambil pelajaran berharga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sebagai anggota MPR RI, Rano berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa,” katanya.

Rano meyakini warga yang hadir sudah lama tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Maka, Alhamdulillah dengan adanya acara ini kita semua dapat kembali menyanyikannya. Lagu kebangsaan kita ini bukan sekadar melodi, tetapi sebuah pengingat akan jati diri dan semangat kebangsaan yang harus kita jaga dan wariskan,” tambahnya. Di lokasi tersebut, Rano Karno juga memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK sebanyak 308 siswa. “Tahun ini juga sudah mulai pendataan, nanti silakan yang mau mendaftarkan anaknya ke Korda di wilayah ini,” tandasnya. (Rani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *