0 3 min 8 bulan

TANGERANG, beritahariini.id – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten menggelar pelatihan jurnalistik perempuan, di Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang, pada Selasa (26/9/2023).


Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana. Serta narasumber yang memiliki kompetensi dalam hal pelatihan jurnalistik tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam segala bidang.


Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Banten Sri Hartati mengatakan, pelatihan jurnalistik mahasiswa ini bertujuan untuk melatih menjadi seorang jurnalis profesional, baik, dan dapat bertanggung jawab atas profesinya. “Karena setiap perempuan mempunyai hak di setiap bidang. Banten sendiri keterwakilan perempuan dalam segala bidang masih sangat minim,” kata Sri.


Sri menyampaikan, hadirnya perempuan dalam profesi jurnalis nantinya akan beriringan dengan keterwakilannya di parlemen. Sebab dari situlah perempuan akan menjadi sebuah dorongan untuk kebijakan pemerintah yang ramah terhadap perempuan. “Jadi bagaimana setiap perempuan dalam semua bidang dapat merasa aman seperti kebijakan, fasilitas umum, transportasi, dan lainnya yang ramah perempuan. Kalau di Banten ini Alhamdulillah kebijakan yang menyangkut perempuan sudah ke arah ramah perempuan,” ucapnya.


Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DP3AKKB Provinsi Banten Al Mahdi menjelaskan, kegiatan ini dapat menjadi jembatan untuk mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang mengambil fokus jurnalistik agar dapat membuat berita secara betul. Mulai dari sumber, keseimbangan, dan lainnya agar tidak adanya hoax. “Seperti kita ketahui banyak berita di media sosial yang mungkin tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi sekarang menjelang tahun politik tentu ada saja berita hoax, di sini kita juga memberi pemahaman mengolah dan membaca berita yang tidak kearah hoax,” jelasnya.
Al Mahdi berharap, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pemantik untuk keterwakilan perempuan nantinya ada dalam setiap bidang, salah satunya jurnalis dan parlemen. Sebab hal itu dapat berjalan secara beriringan dan keterwakilan perempuan dalam parlemen dapat membuat regulasi yang baik. “Tentu jika berjalan beriringan akan terciptanya semua yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Karena banyak persoalan sekali tentang itu, apakah regulasi yang sekarang sudah efektif atau belum atau perlunya perubahan,” tuturnya. (Alda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *