Kategori
Berita Banten Hari Ini Berita Seni dan Budaya

Disbudpar Kota Tangerang Siapkan Landmark Baru di 4 Lokasi

TANGERANG, beritahariini.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menyiapkan landmark baru  di 4 lokasi pada tahun 2023. Landmark tersebut merupakan hasil lomba desain akhir tahun 2022. ”Lokasi pertama di Jalan Husein Sastranegara Kecamatan Benda. Kemudian Jalan Imam Bonjol dan Jalan Otto Iskandardinata Kecamatan Karawaci, dan Jalan Hos Cokroaminoto Kecamatan Larangan,” ungkap Rizal Ridolloh, Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Selasa (3/1/).

Menurut Rizal, hasil gambar desain landmark tersebut bermacam-macam, dengan keindahan dan makna tersendiri. Contohnya di Jalan Otto Iskandardinata berbentuk seperti benteng. “Untuk saat ini belum bisa dipublish agar ada kejutan. Rencana pembangunannya tahun ini,” ujar Rizal.

Rizal menjelaskan, Disbudpar juga persiapkan Program Kerja (Proker) unggulan pada tahun 2023. Salah satunya kegiatan untuk menyambut HUT ke 30 Kota Tangerang atau tiga dasawarsa.  Disbudpar menyiapkan Culinary Day  yang melibatkan stakeholder pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). “Konsepnya menyiapkan makanan rasa hotel namun harganya tetap terjangkau. Akan diadakan di beberapa tempat yang sifatnya tematik,” kata Rizal.

Program selanjutnya pada tahun 2023, Disbudpar Kota Tangerang menyiapkan Mimbar Kebhinekaan yang akan mengundang budayawan dari kabupaten dan kota lain di Banten dan Jawa Barat. “Kita ngundang saja, mungkin mereka ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya tampilan di luar kota,” ucap Rizal.

Rizal menambahkan, pada Bidang Budaya, fokus kegiatan terkait dengan kegiatan-kegiatan cagar budaya. Salah satunya mendorong Perda Pemajuan Budaya, dan melahirkan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Rizal berharap, dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat mendorong kegiatan pada bidang pariwisata lebih leluasa. Pihaknya masih mempertimbangkan pelaksanaan Festival Cisadane untuk tahun ini, karena ada perbaikan jembatan yang belum selesai. “Ada beberapa opsi seperti menggabungkan dengan Festival Pehcun, atau memindahkan tepatnya di Ecopark, Kalipasir, atau Flying Deck Cisadane,” tutupnya. (Hanah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *