0 2 min 6 bulan

TANGERANG, beritahariini.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-21 tingkat Kota Tangerang yang digelar Puspem Kota Tangerang, menuai banyak keluhan. Salah satu penyebabnya acara tersebut berlangsung pada hari dan jam kerja pelayanan. Saat pembukaan, sejumlah ruas jalan menuju gedung tersebut juga ditutup. “Pelayanan kepada masyarakat wajib hukumnya. Jangan sampai kegiatan yang baik ini mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Adib Miftahul, Pengamat Kebijakan Publik Unis Tangerang, Selasa (24/5).

Adib berharap, gelaran MTQ tidak hanya menjadi kegiatan serimonial. Pelaksanaannya harus dipertimbagkan jika menggunakan gedung yang menjadi pusat pelayanan masyarakat. “Kalau sudah seremonial berartikan hanya ingin membuat pihak tertentu tidak kecewa,” katanya.

Adib menjelaskan, pembukaan MTQ di waktu apapun tidak masalah asal ada pengaturan yang jelas. “Mereka harus punya planning bagaimana sisi trafiknya, bagaimana pejabat yang terlibat. Inilah lemahnya dari pejabat kita, seolah-olah sesuatu seremonial dibuat pencitraan sebenarnya,” jelas Adib.

Sebagai informasi, ada 11 lokasi perlombaan yang digunakan untuk MTQ. Perlombaan paling banyak di Gedung Puspem, di Kantor MUI Kota Tangerang, dan Masjid Raya Al-Azhom. Terdapat tujuh cabang perlombaan di tahun ini. Mulai Tilawah, Tahfiz, Kaligrafi, Qiraat Kutub, Fahmil Quran, Syahril Quran dan Hafizil Hadist yang terpusat di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Beberapa ruang rapat di gedung Puspemkot Tangerang digunakan untuk lomba-lomba tersebut. (Vita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *