0 3 min 7 bulan
Talkshow Festival Harmoni Literasi dan Toleransi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (22/5/22). Pemateri Kang Maman, Ade Irawan, Firman Venayaksa, dan Dr. Cecep Surnaya.

TANGERANG, beritahariini.id – Jadikan buku sebagai kebutuhan sandang, pangan, papan, seperti kebutuhan makan dan minum. “Kalau kita tidak baca berarti ada yang kurang dalam hidup kita,” ucap Maman Suherman, yang akrab disapa Kang Maman, seorang penulis dan Penggiat Literasi Nasional, pada acara Harmoni Literasi dan Toleransi, Minggu (22/5/22) di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.

Menurut Kang Maman, basic dasar melangkah adalah pengetahuan, dan pengetahuan tersebut adalah dengan membaca. “Persoalannya kan semua orang tahu tentang pentingnya hal itu, tapi tidak semua orang sadar akan hal itu, kadang kadang orang lupa dengan hal itu, sehingga harus diingatkan,” kata Kang Maman.

Kang Maman mengatakan, membaca bukan hanya menjadikan orang sebagai penulis saja. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat berdialeg secara terbuka, riang, tidak berdebat yang tidak ada ujungnya. “Kita berada di ruang yang beradab, ruang bersama yang kita bangun untuk mendapatkan pengetahuan dan solusi. Nah, anak muda seharusnya lebih banyak datang ke acara literasi untuk dapat membandingkan bahwa pertengkaran, pertempuran, hoax yang ada di media sosial itu tidak seberapa kalau mereka mau lihat dunia nyata,” jelasnya.

Lanjutnya, pemerintah daerah tidak boleh berhenti untuk terus membuat kegiatan literasi dengan berbagai aktivitas. “Literasi bukan hanya sekedar baca ataupun tulis buku. Tapi bagaimana kita berpikir kritis, berdiskusi, bagaimana kita memahami makna tersirat dari tersurat, lalu bagaimana mengaplikasikannya ke kehidupan sehari hari,” kata Kang Maman.

Tambah Kang Maman, tidak semua pembaca akan menjadi pemimpin, tetapi semua pemimpin adalah pembaca dan penulis buku yang hebat. “Itu harus ditanamkan ke diri kita. Kita tidak bisa santai-santai kemudian ada pekerjaan. Saat ini makin susah, kalau kamu tidak punya wawasan yang luas kita akan ketinggalan. Persaingan semakin berat dan kita tidak perlu marah sama orang yang mengalahkan kita bersaing, kita harus marah kepada diri sendiri kenapa kita kalah, pasti ada sesuatu yang salah,” tuturnya. (Vita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *