0 2 min 7 bulan

TANGERANG, beritahariini.id – Banten Internasional Stadium (BIS) yang telah diresmikan pada (9/5/22) lalu, perlu dibuatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus untuk pengelolaan. Hal ini terkait anggaran pemeliharaan BIS yang mencapai Rp12 Miliar pertahun. “Harus ada UPT khusus. Jangan membebani APBD Banten,” ujar Adib Miftahul, Pengamat Kebijakan Publik saat Diskusi BIS Untuk Apa? Di Cipondoh, Kota Tangerang , Rabu (18/5/22).

Menurut Adib, anggaran sebesar Rp900 Miliar untuk pembangunan BIS lebih baik dialokasikan kepada akses pendidikan dan kesehatan. “Skala prioritas di Banten itu apa sih? Jalan masih rusak. Sekarang ini adalah bagaimana konsistensi BIS benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat karena ada lumbung pendapatan hasil daerah yang digunakan, itu jauh lebih penting,” katanya.

Lanjut Adib, BIS cenderung bertujuan untuk legacy politik. Karena melihat dari unsur politik terdapat indikator parameter pencapaian seorang kepala daerah. “Karena bagaimana pun yang bisa diukur, mereka bekerja dengan baik atau tidak itu kalau mereka menciptakan sesuatu,” ucap Adib.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tangerang Juanda berpendapat yang sama.  BIS perlu dikelola oleh lembaga khusus, jika perlu oleh pihak swasta agar tidak menyedot APBD. “Untuk pemeliharaan gedung yang jalanannya masih becek itu besar sekali. Belum lagi rumputnya nanti,” tutur Juanda yang akrab disapa Bung Joe.

Bung Joe berharap, BIS bukan hanya menjadi lapangan bola saja tetapi menjadi tempat untuk pemuda Banten berkreasi. “Kami juga berterimakasih kepada bapak Wahidin dan Andika yang sudah membangun mercusuar Banten di saat sulit ini,” katanya. (Vita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *