0 2 min 11 bulan

TANGERANG, beritahariini.id – Sejumlah pedagang di sekitar Danau Cipondoh mengaku belum menerima surat pemberitahuan penggusuran dari Dinas PUPR Provinsi Banten. Namun, para sudah mendengar rencana tersebut dan mengaku sedih lantaran harus segera meninggalkan tempat tersebut. Karena, lokasi mereka berdagang merupakan sumber penghasilan utama sehari-hari.

Meutia, seorang pedagang di Danau Cipondoh mengaku telah berjualan sejak tahun 2016. “Beberapa pedagang memang sudah menerima surat, tapi hanya yang berada di pinggir jalan. Tapi sampai saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis, (6/1/2022).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Camat Cipondoh Khotibul Imam mengatakan pemerintah tidak pernah memungut uang sewa lahan bagi pedagang. “Kalo kita mah pemerintah nggak boleh lah, itu aset pemerintah. Kalaupun ada pembayaran, sewa menyewa itu masuknya ke aset daerah. Aset milik provinsi,” katanya.

Khotibul mengaku sudah menerima tembusan dua surat peringatan dari Dinas PUPR Provinsi Banten kepada pedagang untuk segera mengosongkan lokasi. Khotibul menegaskan bahwa yang memiliki wewenang dan berhak mengeksekusi rencana tersebut pemerintah provinsi. “Kami hanya sebagai tembusan saja,” ujarnya. (Weni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *