0 3 min 12 bulan

TANGERANG, beritahariini.id – Seorang Narapadina berinisial A dengan kasus Narkotika diketahui kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Rabu (8/12/21) yang diduga melalui cucian mobil Lapastaone.

Pantauan beritahariini.id di lapangan, tempat cuci mobil Lapastaone nampak sepi serta ditutup  rapat oleh pagar berwarna abu-abu dan tidak ada aktivitas yang dilakukan. Terdapat tiga mobil berwarna hitam dengan merk Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Kijang Inova, dan Nissan Grand Livina yang terparkir.

Plh Kepala Lapas Kelas IA Tangerang Nirhono Jatmokoadi mengatakan, pihaknya sedang melakukan pencarian bersama kepolisian.”Kami sedang melakukan pencarian dengan pihak kepolisian. Mohon doanya semua agar segera tercapai dan tertangkap kembali,” kata Jatmiko saat dikonfirmasi beritahariini.id, Senin (13/12/21).

Nirhono masih enggan membeberkan bagaimana kronologi A kabur dari lapas. “Kita lagi fokus pencarian, nanti aja kalo si A udah ketangkep biar datanya lebih komplit ini kan belum jelas,” jelas Nirhono.

Pihaknya menuturkan data yang dimiliki soal kronologi kaburnya narapidana A saat ini masih belum lengkap. Saat ditanya persoalan waktu narapidana A kabur, pihaknya masih enggan mengungkapkannya. Lagi-lagi ia mengungkapkan data yang dimiliki belum lengkap. “Kita saat ini lg melakukan pencarian kita fokus itu dulu. Kalo udah ketangkep kan kita bisa menggali lg informasi seperti apa,” imbuh Nirhono.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Rika Aprianti menjelaskan, kasus tersebut masih melakukan pemeriksaan. “Iyah sementara itu, tapi penjelasan real setelah pemeriksaan inshaAllah tidak lama lagi,” jelas Rika.

Rika mengungkapkan, narapidana A berasal dari Aceh dan masih menjadi dugaan napi yang kabur menuju ke Riau. “Baru alasan, kita harus tanya yang bersangkutan dan belum di tangkep. Kalau ¬†ditanya nanti langsung ke yang bersangkutan,” ucap Rika.

Rika menegaskan, akan ada hukuman kepada petugas yang bertanggung jawab, serta pihaknya mengklaim bahwa itu merupakan pelanggaran SOP yang sangat berat. “Sekali ini kan masih tahap pemeriksaan kami akan sangat terbuka untuk kasus ini karena kami sendiri jelas sangat berkomitmen tidak mentolelir tindakan yang melanggar SOP,” ujar Rika.

Pihaknya melakukan peningkatan pengawasan setiap harinya dan harus melakukan evaluasi pelaksanaan sistem, maupun oknum yang melakukan pelanggaran itu akan menjadi bahan evaluasi.

Sementara itu, Kasie Humas Kompol Abdul Rachim membenarkan adanya laporan narapidana yang kabur pada hari Rabu lalu. “Ya benar, kami dari pihak kepolisian Metro Tangerang kota sudah mendatangi lapas untuk menjemput bola terkait dengan warga binaan yang kabur,” ungkap Rachim. Kompol Abdul Rachim menambahkan, Kepolisian Metro Tangerang Kota tengah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran narapidana A yang kabur dari lapas Tangerang. “Tim khusus sudah dibentuk, untuk membantu pengejaran terhadap warga binaan tersebut,” pungkasnya. (Athaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *