0 3 min 12 bulan

TANGERANG, beritahariini.id – Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru  (Nataru) 2022, harga minyak goreng, cabai, dan sejumlah bahan pokok lainnya mengalami kenaikan di Kota Tangerang. Sampai saat ini harga minyak goreng kemasan 1 liter seharga harga Rp 19 ribu, selama empat bulan terakhir masih di harga Rp 14 ribu per liter.

Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Anyar Kota Tangerang , Hendrik (43) mengaku bahwa kenaikan harga minyak goreng sebesar RP 5 ribu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. “Memang naiknya sudah lama. Engga turun-turun, pembeli juga engga ada yang berkurang, jumlahnya juga engga karena minyak memang kebutuhan,” Kata Hendrik kepada beritahariini.id, Rabu (8/12/21).

Hendrik mengaku, dampak terbesar dari kenaikan harga minyak goreng ialah di konsumen terakhir, seperti ibu rumah tangga dan para pedagang kaki lima (PKL). “Ya gimana ya, mau engga mau dibeli, kan kasian kan ya di pembeli akhir pedagang. Kalau saya hanya membeli dan menjualnya kembali, transit aja minyak gorengnya.” Ujar Hendrik.

Sementara itu, seorang pedagang gorengan di depan RSUD Kabupaten Tangerang, Kasrun (51) menyebutkan, bahwa ia harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk tetap mempertahankan dagangan tersebut. “Ya terdampak, dompet saya kering. Beli biasa sekilo jadi setengah nih. Pemasukanya berkurang drastis. 60 persen pemasukan saya berkurang. Abis di beli minyak doang.” Tutur Kasrun.

Kasrun menambahkan, saat ini keuntungan bersih dari dagangan per hari sekitar Rp 50 ribu. Dan hanya cukup untuk kebutuhan saja ia memutuskan terus berjualan. Beberapa rekannya harus terpaksa gulung tikar dan terus merugi. “Ya sedih yang keliling itu pada gulung tikar. Teman-teman saya banyak. Ada 10 orang lebih makannya gerobak pada nganggur itu,” imbuh Kasrun.

Sementara, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan komunikasi dengan Bulog serta Kementrian Perdagangan dan akan menggelar operasi pasar. “Untuk menstabilkan harga sebenarnya udah ada semacam SOP. Kalau ada keluhan dari masyarakat, kalau misalkan harga tinggi karena scub lain terbatas ini masalah supply dan dimens nah jadi mungkin produsen harganya udah nih. Karena kondisi hujan atau apa jadi distribusinya terganggu saya tidak tahu ya nanti di konfirmasi,” kata Arief.

Arief menjelaskan, pihaknya ingin melakukan operasi pasar. “Ya jangan lama-lama, dapet informasi malem ini suruh Disperindag korinasi sama Bulog sama Kementrian Perdagangan untuk operasi pasar. Jadi jangan nungguin natal dan tahun baru,” ujar Arief

Arief berharap, meskipun kebijakan berada di Pemerintah Pusat, ia menyampaikan Pemerintah Pusat maupun daerah melakukan langkah-langkah bersama. (Athaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *