0 3 min 1 tahun

TANGERANG, beritahariini.id – Paud Anyelir masih di segel oleh pihak setempat. (MAK) Ketua RW 004, Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Pendurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang diduga meminta uang iuran setiap bulannya ke pihak Paud tersebut.

Camat Karang Tengah Malkan Al-Musqo mengatakan, pihaknya masih mencari tahu, benar atau tidak pungutan sebesar Rp 750 ribu itu terjadi. “Sebenarnnya tidak masalah, yang pasti kan dua hari PTM. Barangkali hari pertama belum selesai mudah-mudahan besok bisa masuk,” kata Malkan, saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/21). Pihaknnya mengatakan, permasalahan ini terjadi karena adanya kurang komunikasi antara pengelola paud dengan pemegang kunci.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) PAUD Kota Tangerang Hendri menjelaskan, terkait dengan pungutan liar pihaknnya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. “Belum jelas tuh, nanti kita akan cek kembali apakah ada pungutan-pungutan tersebut. Pelaksanaan PTM memang arahan dari pemerintah dalam hal ini Dindik Tangerang memberikan kelonggaran karena level 1 PTM terbatas artinya lembaga yang lulus assesment bisa melaksanakan PTM terbatas,” ujar Hendri.

Tutor Paud Anyelir Aini menuturkan, sampai hari jumat murid Paud Anyelir masih belajar diluar dikarena gedung masih ditutup. “Seperti kemarin ya suasanannya, rasannya ya seperti itulah. Dibilang nyaman kita engga memadahi lah, sarana prasananya terbatas,” jelas Aini. Saat dikonfirmasi Jumat (19/11/21).

Aini mengungkapkan, pihak RW tidak perlu melakukan jejak pendapat, padahal kegiatan belajar mengajar hal yang positif. “Anak-anak usia dini ya memang harusnnya belajar di dalam ruangan, agar terasa nyaman. Kayak gini terpaksa aja demi berjalanya belajar mengajar. Memang ini sudah keputusan pemerintah harus melakukan PTM. Kita enggak melakukan salah juga,” tutur Aini.

Sementara Ketua RW 04 Maman menegaskan, Posyandu tersebut tidak ada unsur penyegelan. “Posyandu tersebut kuncinnya dipegang Kader Posyandu yang baru, kemarin ketua Posyandu Posyandu pulang duluan. Makanya tutup duluan. Kemarin juga saya ada acara di Cibodas, saya gatau kemarin ada apa,” kata Maman.

Maman mengaku, tidak ada iuran gedung sebesar Rp 750ribu. “Jadi di dalam chat Whatssap itu begini, sebenarnya itu diskusi diforum RW, awal ceritannya dari cerita Fasilitas Umum (fasum) ini sudah ada manfaatnya. Yang pertama di depan kita gunakan sewa pecel lele, yang kedua di tengah bunderan kita gunakan sewa untuk tukang indomie,” pungkasnya. Menurut Maman pihaknya akan mengatur ulang dan musyawarah bersama. (Athaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *