0 2 min 1 tahun

TANGERANG, beritahariini.id – Pesona Kampung Markisa sebagai destinasi wisata terpopuler tahun 2019, memudar akibat pandemi. Kampung yang terletak di Jalan Ks Tubun, Pasar Baru, Kecamatan Karawaci ini, kurang mendapat perhatian pihak terkait. Terlihat beberapa ornamen rusak dan banyak cat memudar di sejumlah titik. Kondisi serupa juga dialami beberapa kampung wisata dan kampung tematik lainnya di Kota Tangerang.

Ketua RW 02 Kampung Markisa M.Ali Nurdin mengatakan, kondisi Kampung Markisa kurang mendapat perhatian sejak pandemi Covid-19 karena ada keharusan lockdown.  “Kampung Markisa ini dulunya kumuh karena berdekatan dengan tumpukan sampah. Sejak 2015 warga mulai gotong royong membenahi dan mempercantik kampung yang dikemas menjadi kampung tematik yang kreatif, inovatif, dan tertata,” ungkap Nurdin.

Pada tahun 2019 Kampung Markisa menjadi nominator Anugerah Pesona Indonesia kategori Destinasi Wisata Kreatif Terpopuler 2019. “Di masa pandemi ini kami semua kena imbas. Warga kami banyak yang terpapar Covid-19. Kami lebih mementingkan kondisi kesehatan warga dahulu,” kata Nurdin.

Saat ini menurut  Nurdin, warga sudah mulai mempersiapkan penataan kembali. Pada tahap awal, mereka mempersiapkan KWT terlebih dahulu. “Mau kita rapiin untuk menampilkan wajah baru. Konsepnya sendiri untuk KWT sayur mayur di bawah, anggur di atas. Spot-spot selfie kami akan perbahurui dan Kampung Markisa akan tampil beda,” ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan, saat ini sudah melakukan koordinasi dengan lurah dan camat untuk membuka kembali Kampung Markisa sebagai destinasi wisata. Karena Kota Tangerang sudah memasuki level 2, dan Pemerintah Kota Tangerang sudah memperbolehkan kampung tematik untuk dibuka.

Kondisi Kampung Markisa sekarang kurang layak untuk dikunjungi. Beberapa atap saung sudah bolong, spot selfie memudar, dan beberapa pohon hias sudah mati. Pohon markisa juga sudah tidak tumbuh, serta arena bermain anak rusak.  (Athaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *