0 2 min 1 tahun

TANGERANG, beritahariini.id –  Pengemudi Angkutan Kota (Angkot) di Kota Tangerang mengeluhkan operasional Angkot Si Benteng yang merupakan program Pemerintah Kota Tangerang. Mereka mengeluhkan pemasukan yang semakin berkurang, karena hadirnya Si Benteng. “Sebetulnya itu bukan kebijakan tepat. Angkutan kita yang tadinya banyak penumpang malah nambah sepi,” ungkap Rizky, 32, seorang pengemudi angkot 01 saat ditemui di jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Rabu (13/10).

Rizky mengungkapkan, pendapatannya menurun drastis setelah hadirnya Si Benteng. Pemkot Tangerang seharusnya dapat memberi solusi kepada sopir angkutan umum yang saat ini mengalami penurunan omzet secara drastis. “Seharusnya yang hadir adalah solusi bukan malah mengeluarkan kebijakan ini. Kasihan kami semakin sepi penumpang apalagi ditambah adanya Bus Tayo,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan M Yogi, 29, pengemudi angkot 07 di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang. Menurut Yogi, pendapatannya menurun hingga 50 persen sejak bertambahnya angkot Si Benteng. “Selama pandemi kami sudah cukup merugi. Malah ditambah ada angkot Si Benteng. Kalau bisa dihilangkan saja,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PT Tangerang Nusantara Global (TNG) Edi Chandra  meminta pengemudi angkot tidak perlu merasa resah dengan hadirnya Si Benteng. “Penumpang yang ingin naik dan turun sudah diberikan tempat yang tersedia. Sehingga tidak akan menjadi persaingan antara angkutan umum dengan Si Benteng,” jelas Edi.

Menurut Edi, angkutan umum seharusnya bersyukur dengan hadirnya Si Benteng. Karena mampu berkolaborasi dengan angkutan umum untuk saling memberikan penumpang satu sama lain. “Itu kan Si Benteng jalur-jalur dalam. Ya justru kan ketika sampai keluar harusnya menguntungkan angkot umum. Karena Si Benteng hanya mengantarkan sampai keluar lingkungan masyarakat. Sedangkan untuk berlalu-lalang ke tengah kota masyarakat dapat  menaiki angkutan umum,” tambah Edi.

Sampai saat ini, Si Benteng dioperasikan secara gratis dengan penambahan 4 rute baru menjadi 8 rute. Masyarakat dapat mencoba Si Benteng secara gratis hingga akhir tahun 2021. (Iman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *