0 3 min 1 tahun

TANGERANG, beritahariini.id – Warga Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang mengembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Selama pandemi Covid-19 warga memanfaat lahan kosong untuk bercocok tanam dan budi daya ikan lele. Yayasan Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) ikut serta membina KWT Melati dan Karang Taruna di kelurahan tersebut.

Lurah Kelapa Indah Rustamaji menjelaskan, KWT Melati sudah berjalan selama 3 tahun dan sudah mengikuti pelatihan tentang pertanian dan perikanan. “Kemarin ibu-ibu pengurus KWT sudah kami ikutkan pelatihan. Diharapkan nantinya KWT di Kelurahan Kelapa Indah tidak hanya menerapkan ilmunya di sini, tetapi bisa menjadi pelatih juga untuk KWT di kelurahan lain,” ujar Rustamaji.

Rustamaji menambahkan, mayoritas anak muda di Kelurahan Kelapa Indah merupakan mahasiswa, yang mampu menciptakan inovasi baru untuk perkembangan KWT dan Karang Taruna. “Banyak tenaga pemikir di sini dan kita kombinasikan dengan ibu ibu KWT. Karang Taruna dan Pemuda juga aktif dalam kegiatan pandemi. Ikut membantu vaksinasi, penyemprotan disinfektan dan pembagian masker,” tambahnya.

Pembina Kecamatan Tangerang H. Agus I Gutawa berencana akan menambah kolam ikan lele dan bibit tanaman lain untuk ditanam KWT. “Tanah sudah kami siapkan tinggal digali saja. Rencananya kita membuat kolam ikan lele menggunakan terpal untuk pembibitan. Dan sisa lahan kami manfaatkan untuk menambah tanaman,” kata Agus.

Tokoh Pemuda Kelurahan Kelapa Indah Sumarno mengatakan, selama 2 tahun KWT sudah menanam berbagai jenis sayuran. “Hasil panen kami bagikan kepada warga sekitar, dan sebagian kami jual ke warung warung. Senang bisa membantu warga di tengah pandemi ini, walaupun tidak banyak tetapi bisa bermanfaat untuk mereka,” ujar Sumarno.

Pengurus Dewisnu Kota Tangerang Akhmad Fauzan menambahkan, warga kelurahan Kelapa Indah antusias dan semangat dalam mengembangkan potensi mereka. “Warga di sini mendukung program pemerintah mengenai ketahanan pangan dengan menanam sayur-sayuran hingga budidaya ikan lele, yang bisa dirasakan oleh warga sekitar selama pandemi. Sehingga masyarakat ikut terlibat dalam pengurus KWT,” ungkap Fauzan.

Menurut Fauzan, Dewisnu turut melakukan pendampingan kepada pengurus KWT dan Karang Taruna. “Kami bukan cuma ngebangun KWT atau Karang Tarunanya, tetapi membangun manusianya. Mau kita arahkan kemana warga di sini. Layout dan tujuan akhirnya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Sehingga bukan hanya bisa dimanfaatkan tetapi berkah juga untuk semuanya,” jelas Fauzan. (Vita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *