0 3 min 1 tahun

TANGERANG, beritahariini.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkopukm) Kota Tangerang melakukan program Bedah Koperasi. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pengurus dan pengawas dalam pengelolaan koperasi. Sehingga koperasi lebih mandiri dalam menghadapi berbagai permasalahan dan mampu mengevaluasi kinerja masing-masing pengurus dan pengawas. “Dalam pelaksanaan kegiatannya, kami mendatangi lokasi koperasi dan melakukan tatap muka dengan para pengurus, pengawas dan perwakilan anggota koperasi. Ddengan menelaah dokumen seperti AD ART dan Persus. Untuk selanjutnya dibahas bersama melalui pemaparan serta diskusi secara interaktif dengan narasumber, serta tim dari Dinas,” ungkap Abdul Kholil Kurniawan, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Koperasi Disperindagkopukm.

Kholil menjelaskan, fungsi Bedah Koperasi  agar terjalin komunikasi yang baik dan lengkap. Dengan demikian diharapkan permasalahan yang dihadapi koperasi bisa dicarikan alternatif solusinya. Karena setiap permasalah yang dihadapi koperasi bisa berbeda-beda. “Dengan mendatangi lokasi, kami dapat melakukan interaksi dan dialog lebih mendalam dengan jajaran pengurus dan pengawas koperasi,” kata Kholil.

Bedah Koperasi diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh koperasi. “Permasalahan bisa macam-macam seperti laporan keuangan,laporan kelembagaan, dan pengelolaan usahanya,” ujar Kholil. 

Kebanyakan masalah yang dihadapi koperasi adalah tidak melakukan sosialisasi AD/ART serta visi misi kepada anggotanya. Disperindagkopukm mengajak narasumber dari praktisi dan organisasi koperasi sebagai narasumber ke lokasi untuk berdialog dengan pengurus secara interaktif. 

Sejak Agustus hingga Oktober 2021, Disperindagkopukm melakukan Bedah Koperasi kepada 15 koperasi yang menjadi sasaran. Tim Bedah Koperasi di bawah Seksi Kelembagaan dan Pengawasan Henny Pariastuti,S.IP,M.Si,  mendatangi koperasi untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh koperasi. “Baik dari kelembagaannya, usahanya dan keuangannya terhadap kepatuhan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah dan koperasinya,” ujarnya.

Ditambahkan Kholil, Bedah Koperasi melakukan asesmen terhadap pengelolaan koperasi sesuai sesuai UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Saat ini menurutnya, ada 298 koperasi di Kota Tangerang yang aktif. Bedah Koperasi diharapkan membuat koperasi lebih aktif, sehat dan mandiri. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.  “Narasumber Bedah Koperasi dihadirkan untuk memberikan solusi alternatif dari hasil identifikasi tersebut. Sekaligus membuka ruang diskusi sebagai upaya mencari solusi yang tepat serta mendekatkan pelayanan kepada pengurus dan pengawas  koperasi,” ungkapnya.

Kholil menambahkan, Bedah Koperasi dapat meningkatkan pemahaman pengurus dan pengawas dalam mengembangkan koperasinya, dan  mengevaluasi kinerja masing-masing. Serta menyusun target yang jelas dalam menjalankan usaha koperasinya. “Agar koperasi dapat mengidentifikasi permasalahan dan menemukan solusinya secara mandiri,”  tambah Kholil. 

Bedah Koperasi merupakan bentuk  pembinaan dan layanan kepada koperasi sesuai persoalan yang dihadapi oleh masing-masing koperasi. Bedah koperasi ini merupakan satu program dari pembinaan dan pengawasan koperasi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Program ini mendapat sambutan positif dari pengurus koperasi dan akan ditingkatkan pada tahun berikutnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *