0 2 min 1 tahun

LEBAK, beritahariini.id — Setelah tertunda akibat pandemi Covid-19, tahun ini Festival Seni Multatuli kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia gelaran ini mengusung tema utama  Tunggul Buhun. “Kami mencoba  menggali khasanah masa lampau yang mengandung nilai-nilai luhur dari berbagai tinggalan kebudayaan yang mewujud dalam berbagai bentuk ekspresi dan estetika. Salah satu program acara, penerbitan dan launching juga turut bersiap dengan menghadirkan Undangan Menulis Cerita Anak,” ungkap Muchlis, panitia acara.

Muchlis menjelaskan, lomba tersebut  merupakan upaya penelusuran terhadap bahan bacaan, khususnya cerita anak dengan pemuatan unsul lokal Kabupaten Lebak. Sulitnya akses terhadap bahan bacaan untuk anak-anak ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai dongeng-dongeng yang dimiliki oleh Kabupaten dengan luasa wilayah 330.507,16 hektar ini. “Kabupaten Lebak memiliki tiga data objek pemajuan kebudayaan mengenai tradisi lisan yaitu Nadir Nyi Pohaci, Carita Pantun Sulanjana dan cerita lisan Budak Buncireun. Mungkin ada dongeng-dongeng lain yang barangkali belum dituliskan dan hanya menjadi penina-bobo anak-anak di  kamar. Entah itu dongeng dengan jenis legenda terjadinya suatu tempat atau daerah, mitos-mitos, cerita fable dan cerita yang memiliki unsur kepahlawanan yang dimiliki Kabupaten Lebak,” kata Muchlis.

Tim Penerbitan dan Launching menghadirkan tema Harta Karun di Tanah Karuhun dan mengirimkan Undangan Menulis Cerita Anak pada para seluruh penulis di Indonesia. Khususnya para penulis cerita anak. Undangan ini juga sebagai bentuk ajakan memberikan bantuan dalam memunculkan dongeng-dongeng lain dari Kabupaten Lebak. Para penulis yang memenuhi Undangan Menulis Cerita Anak ini dapat memunculkan latar, tokoh dan penokohan, nilai moral dan bahasa Sunda khas Kabupaten Lebak. Baik berupa sepenggal istilah maupun dalam dialog antar-tokohnya lengkap dengan keterangan bahasa Indonesia. “Undangan Menulis Cerita Anak yang dikuratori oleh Pegiat Literasi di Kabupaten Lebak, Siti Zahroh dan Akademisi Pendidikan Anak, Minhatul Ma’arifini,” ujarnya. (Fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *