0 3 min 1 tahun

TANGERANG, Beritahariini.id – Menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 serta masyarakat yang terkena imbas akibat diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-4, Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak di Kota Tangerang.

Sidak tersebut dilakukan kepada para penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Program Sembako di RT 03/ RW 03 Kota Tangerang, Banten, Rabu (28/7/2021).

Pada sidak tersebut, Risma dikejutkan dengan pengakuan seorang warga bernama Aryanih, penerima BPNT yang diminta untuk membayar uang kresek oleh pihak tertentu terkait dengan program bantuan yang diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut.

“Seharusnya ibu tidak mau dimintai uang kantong kresek atau apa pun namanya oleh pihak tertentu, sebab hak ibu penuh dan tanpa pemotongan sedikit pun. Ibu jangan takut saya jamin ya, jadi tulis surat soal ini kepada saya,” tegas Risma.

Hal serupa dirasakan oleh Maryanih, yang juga menerima BPNT tapi harga barang komponen yang diterima tidak sesuai atau tidak genap Rp 200 ribu per bulan.

“Tadi sudah dihitung oleh Bapak yang dari Satgas Pangan/Mabes Polri harga dari komponen yang diterima hanya Rp 177 ribu dari yang seharusnya 200 ribu jadi ada Rp 23 ribu. Coba bayangkan Rp 23 ribu dikali 18,8 juta,” tandas Mensos.

Para penerima BST, BPNT/Program Sembako dan PKH diminta untuk membantu pemerintah agar bantuan bisa sampai kepada penerima manfaat dan tidak ada tindak pemotongan oleh pihak siapapun.

“Tolong bantu kami untuk mengetahui apakah ada pemotongan atau tidak, kalau gini-gini terus tidak bisa selesai urusannya dan kapan warga mau bisa sejahtera,” imbau Risma.

Sebelumnya, Mensos menemui dan berdialog dengan warga yang sedang antri pencairan BST dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Jalan H Diran RT 08/RW 01, Gg Rawa 1, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di lokasi pencarian BST tersebut tercatat 110 warga penerima BST.

“Kita harus berusaha agar berdaya dan tidak selamanya menjadi penerima bansos,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Mensos pun memotivasi agar penerima bansos mau berubah melalui program kewirausahaan seperti beternak ayam dan memelihara ayam petelur.

“Saya selalu semangat memotivasi masyarakat agar mau berubah melalui program usaha produktif diantaranya beternak ayam maupun memelihara ayam petelur yang hasilnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkas Mensos. (Dita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *